Mendisiplinkan Anak Tanpa Kekerasan
08 Juni 2026 · 1 menit baca · Dinsos PP&PA Kabupaten Cilacap
Memukul menghentikan perilaku sesaat, tapi tidak mengajarkan apa pun. Ini cara menggantinya.
Banyak orang tua mendisiplinkan anak dengan cara yang dulu mereka terima sendiri: dibentak, dicubit, atau dipukul. Cara itu memang membuat anak berhenti saat itu juga — tapi yang dipelajari anak bukan "perbuatan saya salah", melainkan "saya harus tidak ketahuan".
Empat langkah yang bisa dicoba
- Tenangkan diri dulu. Menunda tiga puluh detik sebelum menegur mengubah hampir semua hal.
- Sebut perbuatannya, bukan sifat anaknya. "Mainannya berserakan" jauh berbeda dari "kamu memang pemalas".
- Berikan akibat yang masuk akal. Kalau mainan tidak dirapikan, mainan disimpan sehari — bukan anak tidak boleh makan.
- Tutup dengan pelukan. Anak perlu tahu hubungan kalian tidak berubah karena kesalahannya.
Kapan perlu bantuan
Kalau Anda merasa sering kehilangan kendali dan takut menyakiti anak, itu bukan tanda Anda orang tua yang buruk — itu tanda Anda butuh teman bicara. UPTD PPA Kabupaten Cilacap menyediakan konsultasi pengasuhan tanpa biaya.